Skripsi

Uji Aktivitas Antibakteri Salep Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson ex F.A.Zorn) Fosberg Dan Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Natalia Gratia Gili Petu (224111028) · Farmasi (S1) · 2026

Dosen Pembimbing: Pembimbing 1 : Dr. Drs. Abdul Majid Pembimbing 2 : apt. Krisantus Yosef Oeleu, S.Farm

Abstrak

Infeksi kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan. Penggunaan antibiotik secara terusmenerus dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang berasal dari bahan alam. Daun sukun dan daun singkong diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri salep kombinasi
ekstrak daun sukun dan daun singkong terhadap pertumbuhan bakteri
Staphylococcus aureus serta menentukan formulasi yang paling efektif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode difusi sumuran (well diffusion). Salep dibuat dalam tiga formulasi, yaitu F1 (15%:35%), F2 (25%:25%), dan F3 (35%:15%), dengan kontrol positif berupa salep gentamisin dan kontrol negatif berupa basis salep. Sediaan salep dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Data aktivitas antibakteri dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi salep memenuhi persyaratan evaluasi fisik dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Sediaan salep F1, F2 dan F3 dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Rata-rata diameter zona hambat F1 sebesar 29,62 mm, F2 sebesar 23,78 mm, dan F3 sebesar 24,92 mm, yang termasuk kategori daya hambat sangat kuat. Hasil analisis One-Way ANOVA menunjukkan hasil Sig. <,001 yaitu terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p<0,05). Formulasi F1 merupakan formulasi yang
memberikan aktivitas antibakteri paling tinggi dibandingkan formulasi lainnya.

Kata Kunci: Salep ekstrak daun sukun dan daun singkong, Formulasi salep, Infeksi Kulit Staphylococcus aureus, Staphylococcus aureus

Dokumen lengkap (fulltext) hanya dapat diakses langsung di Perpustakaan UCB oleh pustakawan sesuai kebijakan repository. Silakan hubungi layanan referensi untuk permintaan akses.
Kembali